Manusia Dengan Harapan
Pengertian Harapan
Harapan atau
asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan
didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang.
Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan
terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada
seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan
harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
Persamaan Harapan dan Cita-Cita
Harapan
harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun
kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha
dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan
mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya
perlu setinggi bintar.
Antara
harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan
karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang
menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Contoh Harapan
Berharap
bisa membuat orang tua naik haji dengan hasil kerja keras saya
Dan bisa
melihat orang tua saya terseyum bahagia karena anaknya sukses
Pengertian Doa
Doa bererti
memohon atau meminta sesuatu yang baik daripada Allah s.w.t yang Maha Pemurah.
Allah s.w.t. menyuruh orang-orang Islam berdoa atau meminta sesuatu kepadaNya
seperti firman di bawah yang bermaksud:
Dan Tuhan
kamu berfirman: “Berdoalah kepada Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan
kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan
berdoa kepadaKu, akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina.” (Surah
Al-Mu’min:60)
Macam-Macam Doa
1. Doa Mau Tidur
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ
Nabi saw
apabila mau tidur, beliau berdoa Ya Allah dengan NamaMu aku Hidup dan Mati
HR Al
Bukhari 22:369 No 6845, Abu Daud 13:244 No 4390, Ibnu Abi Syaibah 6:240,
Nasa’i 6:187
2. Doa Bangun Tidur
وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Dan apabila
bangun, beliau berdoa : Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami
sesudah mematikan kami dan hanya kepadaNya kami kembali.
HR Al
Bukhari 22:369 No 6845, Abu Daud 13:244 No 4390, Ibnu Abi Syaibah 6:240,
Nasa’i 6:187
3. Doa Ketika Turun Hujan
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Dari Aisyah,
sesungguhnya Rasulullah saw apabila melihat hujan beliau berdo’a : Ya Allah Jadikanlah Hujan
ini, yang manfa’at. HR Bukhari 4:138 No
974
4. Doa Ketika Ada Angin Kencang
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَصَفَتْ الرِّيحُ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
Dari Aisyah
Ra,istri Nabi Saw sesungguhnya ia berkata : Nabi Saw apabila ada angin kencang
(besar) beliau berdoa : “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikannya
dan kebaikan apa saja yang ada di dalamnya serta kebaikan apa saja yang
dibawanya, Aku berlindung kepadaMu dari bahayanya dan bahaya apa saja yang ada
di dalamnya serta bahaya apa saja yang ia diutus membawanya.
HR Muslim
4:436 No 1496, At Tirmidzi 8:207 No 2178, Ahmad 43:165 No 20215
5. Doa Ketika Ada Petir
عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَمِعَ صَوْتَ الرَّعْدِ وَالصَّوَاعِقِ قَالَ اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ
Dari Salim
bin Abdillah bin Umar Ra dari bapaknya sesungguhnya Rasulullah Saw apabila
mendengar suara petir, beliau berdoa : Ya Allah janganlah Engkau matikan kami
dengan murkaMu dan janganlah Engkau binasakan kami dengan siksaanMu dan
ampunilah kami sebelumnya.
HR Tirmidzi
11:345 No 3372, Ahmad 12:40 No 5503, Al Baihaqi 3:362, An Nasa’i 6:203
Usaha Manusia untuk Meningkatkan Rasa
Percaya Pada Tuhan
Meningkatkan
ketaqwaan dengan beribadah kepada Tuhan
Meningkatkan
pengabdian pada masyarakat
Meningkatkan
rasa cinta kita pada sesama dengan saling menolong dan menjadi orang yang
dermawan
Mengurangi
nafsu untuk mengumpulkan harta yang berlebih
Menekan rasa
negatif, iri, dengki, benci dan dsb
Kesimpulan
Kita harus
mempunyai harapan karena harapan bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu
yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di
waktu yang akan datang dan jangan lupa harapan harus di iringi dengan Do’a
supaya harapan yang kita inginkan di ijabah oleh Allah swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar